10.000 Becak Listrik untuk Rakyat: Prabowo Buktikan Kepedulian Bukan Sekedar Janji

Sebanyak 140 abang becak kayuh di Kabupaten Kendal menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Mayjen (Purn) Firman Dahlan, di Pendopo Kabupaten Kendal, pada Selasa (11/11/2025).
Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak yang selama ini menggantungkan hidup dari tenaga mereka sendiri. Dengan becak listrik, para abang becak kini dapat bekerja lebih ringan dan manusiawi tanpa kehilangan sumber penghasilan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari (Mbak Tika) menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelaku transportasi tradisional di daerahnya. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut.
“Yang mendapat bantuan baru 140 abang becak, saya berharap tahun depan sisanya bisa dapat. Banyak di antara mereka sudah lanjut usia, bahkan ada yang berumur 82 tahun, tapi masih ingin bekerja dengan layak,” ujar Mbak Tika.
Salah satu penerima bantuan, Sukamto (70), warga Karangsari, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Ia telah mengayuh becak sejak 1979 untuk menghidupi keluarganya. Berkat kerja kerasnya, enam anaknya berhasil lulus SMK dan kini bekerja di pabrik.
“Alhamdulillah, tidak ada yang nuruni kerjaan bapaknya,” kata Sukamto sambil tersenyum bangga.
Program becak listrik ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah melalui YGSN yang menargetkan penyaluran 10.000 unit becak listrik pada tahun 2025, dengan 2.000 unit sudah disalurkan hingga saat ini. Pemerintah juga berencana menambah 30.000 unit lagi pada tahun 2026 untuk pengayuh becak di seluruh Indonesia.
Mayjen (Purn) Firman Dahlan menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana kerja yang efisien, manusiawi, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Program ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang martabat manusia dan keberpihakan pada rakyat kecil,” tegas Firman Dahlan.
Bantuan becak listrik ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo tetap berpihak kepada rakyat kecil di tengah derasnya arus modernisasi. Di saat banyak kebijakan berfokus pada digitalisasi dan industrialisasi, perhatian terhadap pelaku usaha tradisional seperti abang becak menunjukkan keseimbangan arah pembangunan nasional.
Becak listrik bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih layak. Di tangan para pengayuh becak, inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa cita-cita “Indonesia Maju yang mensejahterakan seluruh rakyat” kini benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
