Azis Subekti: Semangat 'Nyawiji' Warga Wonosobo adalah Wujud Nyata Pancasila

WONOSOBO, JAWA TENGAH – Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, M.T., menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan pendekatan budaya lokal yang kental di Kabupaten Wonosobo, Minggu (8/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Azis menekankan bahwa nilai-nilai luhur 4 Pilar sebenarnya sudah dipraktikkan turun-temurun oleh masyarakat Wonosobo melalui budaya gotong royong atau Nyawiji.
4 Pilar sebagai Pelindung Kearifan Lokal
Azis Subekti menyampaikan bahwa kearifan lokal seperti tradisi musyawarah di desa-desa dan toleransi antarumat beragama di lereng Dieng adalah fondasi kekuatan NKRI.
"Wonosobo punya budaya Nyawiji—semangat menyatu dan bekerja sama. Ini adalah ruh dari sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Tugas kita adalah memastikan modernisasi tidak menggerus tradisi luhur ini, melainkan justru memperkuatnya dengan payung konstitusi yang jelas," ujar Azis di hadapan para tokoh adat dan masyarakat.
Menghadapi Tantangan Zaman dengan Karakter Lokal
Menurut Azis, 4 Pilar bukan sekadar teks hafalan, melainkan pedoman hidup agar masyarakat tetap guyub rukun meskipun menghadapi perbedaan pilihan politik maupun tantangan ekonomi. Ia mengajak warga untuk menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya Wonosobo ke kancah nasional maupun internasional.
Apa yang Harus Dilakukan Anggota MPR RI dalam Sosialisasi Ini?
Agar kegiatan tidak hanya menjadi ceramah satu arah, seorang Anggota MPR RI seperti Bapak Azis Subekti perlu melakukan langkah-langkah strategis berikut:
Melakukan Dialog Budaya (Listen & Learn):
Bukan hanya memberi materi, tetapi mendengarkan bagaimana warga mempraktikkan nilai-nilai 4 Pilar dalam keseharian mereka (misalnya dalam pengelolaan air bersih desa atau tradisi pertanian).
Menjadi Jembatan Konstitusi:
Menjelaskan bahwa undang-undang yang ada (produk DPR) dibuat untuk melindungi hak-hak masyarakat lokal, termasuk hak atas tanah, lingkungan hidup, dan kebebasan beragama.
Advokasi Kebijakan Lokal:
Memastikan bahwa aspirasi warga Wonosobo mengenai pelestarian kawasan Dieng atau dukungan untuk seniman lokal dibawa ke forum pengambilan keputusan di Jakarta.
Simbolisasi Persatuan:
Secara simbolis ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan setempat (seperti ramah tamah dengan hidangan khas atau mengunjungi situs budaya) untuk menunjukkan bahwa wakil rakyat hadir dan menyatu dengan budaya konstituennya.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
