
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan mengenai pendidikan karakter, kemandirian nasional, serta masa depan Indonesia saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti nilai-nilai yang menjadi bagian dari pendidikan Gontor, khususnya Panca Jiwa yang terdiri atas keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Presiden menyebut nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Panca Jiwa. Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan. Ya ini, sama ini perjuangan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya integritas bagi seseorang yang mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan jabatan. Menurutnya, nilai kejujuran, keikhlasan, dan budi pekerti harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pendidikan karakter, Presiden memaknai semangat berdikari sebagai kemampuan bangsa untuk membangun kekuatan sendiri. Ia menyampaikan bahwa Indonesia perlu terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui kemampuan dalam negeri.
Dorong Kemandirian Pangan dan Energi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia memiliki ketahanan pangan dan energi.
Presiden menyampaikan bahwa situasi global yang diwarnai konflik dan perang menjadi salah satu alasan bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri.
“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” kata Presiden.
Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki cadangan pangan yang cukup dan pemerintah terus melakukan persiapan untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat kondisi cuaca, termasuk El Nino dan kekeringan.
Dalam sektor energi, Presiden menyoroti pemanfaatan sumber daya dalam negeri, termasuk kelapa sawit, sebagai salah satu bahan baku yang dapat mendukung kebutuhan energi nasional.
Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pertanian dan kelautan. Ia menempatkan petani dan nelayan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kemandirian nasional.
Presiden Tekankan Pengentasan Kemiskinan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
Presiden menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak seharusnya mengalami kelaparan di tengah potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.
“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan perhatian terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia agar mereka dapat menjalani pendidikan dalam kondisi yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks pembangunan manusia yang menurut Presiden menjadi bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang mandiri.
Ajak Generasi Muda Berpikir Kritis
Di hadapan para santri dan keluarga besar Gontor, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya kualitas sumber daya manusia.
Presiden mendorong generasi muda agar memiliki pengetahuan yang luas, berpikiran bebas, dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.
“Berpengetahuan luas, benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang,” kata Presiden.
Presiden juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta para santri memiliki kemampuan berpikir kritis dan tetap percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Presiden kemudian menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia dan mengajak para santri untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa.
“Percaya, masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian santri, santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita,” tutur Presiden.
Seruan “Free Palestine” dari Gontor
Dalam rangkaian acara yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan dukungan terhadap Palestina.
Saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, Presiden menggemakan seruan “Free Palestine!” yang kemudian disambut para hadirin.
Duta Besar Palestina kemudian mengalungkan keffiyeh kepada Presiden Prabowo. Presiden menerima keffiyeh tersebut dan melanjutkan sambutannya dengan mengenakan kain tersebut di pundaknya.
Presiden kemudian menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Palestina dan mengaitkannya dengan pentingnya Indonesia membangun kekuatan nasional.
Menurut Presiden, Indonesia perlu memiliki kemampuan yang semakin kuat agar dapat menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam persoalan internasional.
Memasuki Abad Kedua Gontor
Seluruh pesan tersebut disampaikan dalam momentum satu abad perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Peringatan 100 Tahun PMDG berlangsung pada 18–20 September 2026 dan dihadiri lebih dari 8.000 tamu undangan yang terdiri atas unsur pemerintah, duta besar negara sahabat, TNI dan Polri, kepala daerah, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, pengasuh pesantren, akademisi, alumni, serta keluarga besar Gontor.
Dalam rangkaian tersebut, Presiden Prabowo juga menandatangani prasasti peresmian renovasi Aula BPPM dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).
Momentum satu abad Gontor sekaligus menjadi kesempatan bagi Presiden untuk menyampaikan pentingnya pendidikan karakter, penguatan sumber daya manusia, serta pembangunan Indonesia yang mandiri dalam menghadapi dinamika global.
Pesan Presiden tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendidikan dan integritas, ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, hingga kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Dengan memasuki abad kedua, Gontor diharapkan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan dunia.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
