Duka Menyatukan, Politik Tak Seharusnya Memisahkan

29 Sep 2026156Foto AndriansahAndriansah
WhatsApp Image 2026 09 28 at 20.43.17 (1) cropped

Dalam politik, perbedaan pilihan adalah sesuatu yang wajar. Demokrasi memang memberi ruang bagi setiap orang untuk memiliki pandangan, sikap, dan pilihan politik yang berbeda. Namun, perbedaan politik tidak semestinya membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan.

Hal itu terlihat ketika Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra. Kehadiran tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Yang menarik, pertemuan itu berlangsung dalam suasana duka dan tidak diisi pembicaraan politik. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP Said Abdullah.

Pesan yang lebih besar dari peristiwa ini bukan soal siapa berada di kubu mana. Justru, kita melihat bahwa ada ruang yang harus tetap dijaga bersama: ruang kemanusiaan.

Politik memiliki waktunya. Perdebatan mengenai kebijakan, kekuasaan, program, dan pilihan politik adalah bagian dari demokrasi. Tetapi ketika seorang anak bangsa berpulang dan sebuah keluarga sedang kehilangan, kepentingan kemanusiaan seharusnya berada di atas perbedaan politik.

Indonesia tidak dibangun oleh keseragaman pilihan. Indonesia dibangun oleh kemampuan untuk hidup bersama di tengah perbedaan.

Karena itu, peristiwa ini dapat menjadi pengingat bahwa rivalitas politik tidak harus berubah menjadi permusuhan sosial. Berbeda pilihan bukan alasan untuk saling membenci. Berbeda partai bukan alasan untuk memutus persaudaraan. Dan berbeda pandangan politik tidak menghapus kewajiban untuk saling menghormati sebagai sesama anak bangsa.

Persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pilihan politik yang sama. Persatuan justru diuji ketika kita mampu tetap menghormati satu sama lain meski berbeda pilihan.

politik adalah bagian dari kehidupan berbangsa. Tetapi kemanusiaan adalah nilai yang jauh lebih mendasar. Saat politik berhenti sejenak di hadapan duka, kita diingatkan bahwa di balik semua perbedaan, kita tetap satu Indonesia.

 

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.