Indonesia dan Laos Perkuat Kerja Sama Strategis Jelang 70 Tahun Hubungan Diplomatik

7 Mei 2026126TTemon
Menlu Sugiono Pererat Kolaborasi RI-Laos: Dari Pupuk hingga Keamanan.
Menlu Sugiono Pererat Kolaborasi RI-Laos: Dari Pupuk hingga Keamanan.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menerima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos, Thongsavan Phomvihane, di Jakarta pada 4 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan hubungan bilateral kedua negara menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Laos pada 2027.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik dan keamanan hingga ekonomi dan hubungan antar masyarakat. Menlu Sugiono menyatakan momentum menuju 70 tahun hubungan diplomatik harus dimanfaatkan untuk mempererat kemitraan kedua negara secara lebih konkret.

Indonesia dan Laos juga sepakat untuk menghidupkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai wadah utama implementasi kerja sama bilateral.

Di sektor politik dan keamanan, kedua negara menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan lintas negara, termasuk penipuan daring dan perdagangan orang yang melibatkan warga negara di kawasan ASEAN. Kedua Menteri Luar Negeri menekankan pentingnya penerapan efektif berbagai kerangka kerja sama yang telah disepakati guna menjaga stabilitas keamanan regional.

Sementara di bidang ekonomi, diskusi mencakup penguatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan sektor pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Indonesia juga menaruh perhatian pada penguatan kerja sama strategis di sektor potash yang merupakan bahan baku pupuk. Kerja sama ini dinilai berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional maupun regional.

Selain itu, Indonesia menyatakan dukungan terhadap upaya Laos dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Kedua negara turut mendorong peningkatan hubungan antar masyarakat melalui program pendidikan, pertukaran pemuda, dan kerja sama budaya. Kesamaan nilai dan warisan budaya dinilai menjadi modal penting dalam mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Dalam pembahasan isu regional dan global, Indonesia dan Laos menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik internasional. Kedua pihak juga menegaskan pentingnya memperkuat dialog, saling menghormati, dan membangun kepercayaan antarnegara anggota ASEAN demi menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Menteri Luar Negeri Laos ke negara Asia Tenggara sejak pembentukan pemerintahan baru Laos pada Maret 2026. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama kawasan ASEAN.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.