Indonesia Siap Kirim 5.000–8.000 Prajurit TNI ke Gaza untuk Misi Perdamaian

13 Feb 202680TTemon
RI Bersiap Kirim 8.000 Prajurit TNI ke Palestina: Negara Pertama yang Konkret Siapkan Pasukan! (Tim Media Presiden)
RI Bersiap Kirim 8.000 Prajurit TNI ke Palestina: Negara Pertama yang Konkret Siapkan Pasukan! (Tim Media Presiden)

Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirimkan sekitar 5.000 hingga 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Langkah ini merupakan wujud komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan pemulihan pasca konflik di Palestina.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa jajaran TNI AD telah mulai melakukan persiapan dan latihan bagi personel yang berpotensi diberangkatkan. Unsur yang diprioritaskan antara lain pasukan zeni (teknik) dan kesehatan, yang berperan penting dalam rehabilitasi infrastruktur dan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak konflik.

Menurut Maruli, jumlah pasukan yang disiapkan diperkirakan setingkat satu brigade, yakni sekitar 5.000 hingga 8.000 prajurit. Namun demikian, angka final serta waktu keberangkatan masih menunggu keputusan politik dan hasil perundingan internasional yang tengah berlangsung.

Indonesia diketahui telah bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace Gaza), sebuah badan internasional yang bertugas mengawal stabilisasi dan rehabilitasi wilayah pasca konflik. Dewan ini memiliki mandat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional yang akan membantu menjaga keamanan perbatasan, mendukung proses demiliterisasi, serta mengawal transisi pemerintahan dan rekonstruksi Gaza.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa pengiriman pasukan tersebut murni bertujuan menjaga perdamaian, bukan untuk terlibat dalam pertempuran. Ia menyatakan jumlah personel yang akan diberangkatkan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan perhitungan Kementerian Pertahanan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Erman Taufanto menyatakan bahwa Mabes TNI dan Panglima TNI telah menyiapkan prajurit yang sewaktu-waktu dapat diberangkatkan. Pemerintah menegaskan bahwa keputusan akhir tetap mempertimbangkan dinamika geopolitik serta koordinasi dengan komunitas internasional.

Langkah ini memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif dan komitmen jangka panjang dalam mendukung perjuangan serta hak-hak rakyat Palestina. Jika terealisasi, kontribusi ini akan menjadi salah satu bentuk partisipasi konkret Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong solusi damai yang berkeadilan di kawasan tersebut.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.