Jembatan Kabanaran Resmi Beroperasi, Presiden Prabowo: Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Pesisir

19 Nov 202583TTemon
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 19 November 2025.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 19 November 2025.

Bantul, 19 November 2025 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Infrastruktur baru ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir selatan, terutama nelayan, petani garam, pengolah rumput laut, dan UMKM yang selama ini terkendala akses distribusi.

Peresmian Jembatan Kabanaran merupakan bagian dari lima proyek konektivitas yang diresmikan pada hari yang sama, dengan total nilai investasi Rp1,97 triliun. Meski demikian, Jembatan Kabanaran mencuri perhatian karena dampaknya yang langsung menyentuh aktivitas ekonomi akar rumput.

Akses Lebih Cepat, Harga Lebih Baik

Selama bertahun-tahun, nelayan di pesisir selatan harus menempuh rute memutar untuk menjual hasil tangkapan ke pasar dan tempat pelelangan. Kondisi ini kerap menurunkan kesegaran ikan dan mempengaruhi harga jual. Dengan hadirnya jembatan baru, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya logistik menurun.

Petani garam dan pelaku industri rumput laut juga merasakan manfaat serupa. Distribusi yang lebih efisien membuka peluang pemasaran lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

UMKM Pesisir Terangkat oleh Wisata

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus terhubung langsung dengan pengembangan ekonomi lokal.

“UMKM lah yang akan mendorong kegiatan pariwisata,” ujarnya.

Akses yang kini lebih mudah diproyeksikan meningkatkan arus wisata ke kawasan pesisir selatan. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa lokal, untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar. Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa integrasi kawasan akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan berkat tata kelola yang lebih baik.

Pembangunan yang Sensitif Budaya

Selain manfaat ekonomi, Presiden Prabowo menyoroti nilai historis kawasan tersebut, termasuk jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi. Ia menegaskan bahwa pengembangan fasilitas wisata dan penginapan ke depan harus tetap menjaga harmoni dengan arsitektur dan lingkungan lokal.

Pendekatan pembangunan yang memperhatikan budaya dinilai penting agar kawasan berkembang tanpa menghilangkan identitasnya.

Lebih dari Infrastruktur Fisik

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut bahwa kelima infrastruktur yang diresmikan bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi instrumen untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Jembatan Kabanaran menjadi bukti bagaimana pembangunan yang tepat sasaran dapat membantu menciptakan peluang ekonomi baru, memotong biaya distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan beroperasinya jembatan ini, masyarakat Bantul berharap mobilitas semakin lancar, potensi wisata meningkat, dan ekonomi lokal bergerak lebih maju serta inklusif.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.