
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja resmi kenegaraan ke Yordania dan tiba di Amman pada Selasa (24/2) malam waktu setempat. Kedatangan Presiden mendapat sambutan kehormatan berupa pengawalan jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Kerajaan Yordania Hasyimiah sebelum mendarat di Bandara Militer Marka.
Setibanya di Amman, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Yordania, Al Hussein bin Abdullah II, serta pasukan kehormatan. Agenda kunjungan ini mencakup pertemuan dengan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, guna membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis seperti pendidikan, pertahanan, pertanian, dan isu kawasan Timur Tengah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik kedua negara yang pada tahun 2026 akan memasuki usia 75 tahun. Hubungan Indonesia–Yordania selama ini dikenal erat, khususnya dalam kerja sama pendidikan dan hubungan antar masyarakat.
Perhatian terhadap Mahasiswa Indonesia
Selain agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga meluangkan waktu untuk bertemu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Yordania, termasuk di University of Jordan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Dalam dialog singkat tersebut, Presiden menanyakan kabar studi dan pengalaman para mahasiswa selama belajar di Yordania. Para mahasiswa menyampaikan rasa bangga dapat bertemu langsung dengan Kepala Negara serta berharap adanya peningkatan dukungan pemerintah, terutama dalam hal beasiswa dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Interaksi ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap warga negara Indonesia di luar negeri. Mahasiswa Indonesia di Yordania dinilai memiliki peran penting sebagai duta bangsa yang tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga membangun jejaring sosial dan budaya antara kedua negara.
Momen Humanis di Tengah Agenda Kenegaraan
Suasana keakraban semakin terasa ketika Presiden Prabowo secara spontan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada salah satu mahasiswa yang hadir dalam penyambutan tersebut. Gestur sederhana itu mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa dan menjadi momen berkesan dalam rangkaian kunjungan.
Kehadiran Presiden di tengah mahasiswa Indonesia di luar negeri dinilai memiliki makna sosial yang kuat. Selain memperkuat hubungan diplomatik di tingkat negara, kunjungan ini juga menegaskan pentingnya kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, termasuk generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di luar Tanah Air.
Melalui kombinasi diplomasi formal dan interaksi sosial yang hangat, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Yordania menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan internasional yang tidak hanya strategis, tetapi juga berorientasi pada penguatan sumber daya manusia dan hubungan antar masyarakat.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
