Lima Bupati Pindah Partai: Gerindra Semakin Menjadi Rumah Politik Para Kepala Daerah

1 Sep 202654Foto Reza HermawanReza Hermawan
WhatsApp Image 2026 09 01 at 19.10.15 cropped

Fenomena sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan yang bergabung ke Partai Gerindra menarik dibaca bukan semata sebagai perpindahan kendaraan politik, tetapi sebagai sinyal perubahan orientasi politik daerah yang semakin dekat dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada Agustus 2026, lima Bupati yaitu Luwu Utara, Enrekang, Wajo, Kepulauan Selayar, dan Sinjai dikukuhkan sebagai Ketua DPC Gerindra. Gerindra Sulsel menyebut penguatan ini bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus pengawalan program strategis nasional pemerintahan Prabowo.

Perpindahan tersebut dapat dimaknai sebagai kepercayaan terhadap posisi Gerindra yang saat ini menjadi kekuatan utama di pemerintahan. Pengamat politik juga menilai sebagian kepala daerah melihat prospek politik Gerindra dan momentum menuju Pemilu 2029 sebagai salah satu pertimbangan penting.

Namun, faktor politik bukan satu-satunya cara membaca fenomena ini. Ada beberapa alasan positif yang membuat Gerindra semakin menarik bagi kepala daerah, diantaranya:

Pertama, adanya jalur koordinasi yang lebih kuat antara pusat dan daerah. Ketika kepala daerah berada dalam partai yang menjadi kekuatan utama di pemerintahan, komunikasi politik dan koordinasi program strategis pemerintah berpotensi menjadi lebih terintegrasi. Ini penting agar kebijakan nasional tidak berhenti sebagai kebijakan Jakarta, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program yang terasa di kabupaten dan desa.

Kedua, Gerindra menawarkan ruang konsolidasi bagi pemimpin daerah yang ingin bekerja dalam agenda nasional Prabowo. DPD Gerindra Sulsel sendiri menegaskan bahwa para pengurus baru diminta mengawal program strategis nasional Presiden Prabowo agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Ketiga, Gerindra sedang membangun partai berbasis rekam jejak dan kerja nyata. Dalam Rakorda Sulsel, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Gerindra tidak ingin memberikan ruang bagi calon instan yang hanya mengandalkan kekuatan finansial menjelang pemilu, tetapi memprioritaskan kader yang mempunyai kapasitas, rekam jejak, serta telah bekerja untuk masyarakat.

Keempat, masuknya kepala daerah memperkuat hubungan Gerindra dengan masyarakat di akar rumput. Para kepala daerah bukan sekadar tokoh politik, tetapi memiliki pengalaman langsung mengelola pemerintahan dan memahami persoalan masyarakat. Jika pengalaman tersebut dipadukan dengan mesin organisasi Gerindra, partai memiliki peluang lebih besar menerjemahkan aspirasi daerah ke dalam kebijakan nasional.

Kelima, ini bisa menjadi modal memperkuat pembangunan Sulawesi Selatan. Gerindra Sulsel menargetkan peningkatan kursi DPR RI dari lima menjadi sepuluh pada Pemilu 2029. Secara politik, semakin kuat representasi Gerindra di daerah, semakin besar pula peluang membawa kepentingan pembangunan Sulsel ke tingkat nasional.

Oleh karena itu, fenomena kepala daerah yang merapat ke Gerindra sebaiknya tidak hanya dibaca dengan kacamata "siapa meninggalkan partai siapa". Yang lebih penting adalah apa yang dapat diberikan setelah mereka bergabung.

Jika perpindahan tersebut diikuti dengan peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta keberhasilan mengawal program-program nasional Prabowo, maka perpindahan politik itu memiliki nilai yang jauh lebih substantif. Dengan kata lain, Gerindra harus membuktikan bahwa bertambahnya kepala daerah bukan sekadar bertambahnya jumlah kader, tetapi bertambahnya kapasitas untuk bekerja bagi rakyat.

Masuknya sejumlah kepala daerah juga menunjukkan bahwa Gerindra semakin memiliki daya tarik sebagai partai yang menghubungkan kepemimpinan nasional Prabowo dengan kepemimpinan daerah. Ini menjadi peluang besar Gerindra untuk menjadikan Sulawesi Selatan bukan hanya sebagai basis elektoral, tetapi sebagai laboratorium keberhasilan kolaborasi pusat dan daerah.

Jika para kepala daerah yang bergabung mampu menunjukkan kinerja konkret, maka masyarakat akan melihat bahwa politik tidak berhenti pada pergantian logo partai. Politik harus menghasilkan jalan yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, pelayanan publik yang lebih cepat, dan kesejahteraan yang lebih nyata.

Pada akhirnya, kepala daerah boleh berpindah partai, tetapi ukuran keberhasilannya tetap sama: seberapa besar manfaat yang diberikan kepada rakyat. Dan di sinilah Gerindra serta pemerintahan Prabowo memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa konsolidasi politik dapat diterjemahkan menjadi konsolidasi pembangunan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.