MBG Disebut Investasi Strategis, Penghentian Dinilai Hambat Kemajuan Bangsa

KABARMERPATI.ID, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia. Narasumber Muzakkir menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat dan cerdas.
Dalam keterangannya, Muzakkir menyebut bahwa memandang MBG sebagai beban anggaran merupakan kekeliruan. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan fondasi utama bagi lahirnya Generasi Sehat dan Indonesia Cerdas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan MBG memiliki peran penting dalam memutus rantai stunting sekaligus meningkatkan kapasitas kognitif anak-anak Indonesia. Tanpa intervensi gizi yang kuat, menurutnya, target pembangunan sumber daya manusia unggul akan sulit tercapai.
Lebih lanjut, Muzakkir mengingatkan agar tidak muncul narasi yang mendorong penghentian program tersebut. Ia menilai, upaya menghentikan MBG sama dengan menunda kemajuan bangsa dan berisiko membuat Indonesia tertinggal dalam persaingan global.
“Siapa pun yang berupaya menghentikan MBG, secara tidak langsung ingin melihat bangsa ini tetap terbelakang, kalah bersaing secara global, dan kehilangan bonus demografinya,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam implementasi program di lapangan. Namun, hal tersebut dinilai sebagai bagian dari proses yang harus diperbaiki, bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
“Apakah ada kesalahan dalam implementasi MBG? Iya. Apakah masih ada kekurangan di sana-sini? Tentu saja. Namun, kekurangan teknis di lapangan tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menghapus programnya secara keseluruhan,” kata Muzakkir.
Ia menekankan pentingnya peran bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Terkait potensi penyimpangan, Muzakkir meminta agar penegakan hukum dilakukan terhadap oknum yang bermasalah tanpa harus mengorbankan programnya. “Jika ditemukan kebocoran anggaran, distribusi yang tidak merata, atau kualitas pangan yang buruk, maka solusinya adalah penegakan hukum dan perbaikan sistem. Hakimi oknumnya, jangan programnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan MBG juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi petani dan peternak yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengawal program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi unggul di masa depan.
“Indonesia tidak boleh mundur. Generasi cerdas dimulai dari piring makan yang bergizi hari ini,” tutupnya.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
