Menko PMK Sugiono Ajak Pemuda Jangan Hanya Jadi Penonton, Saatnya Menentukan Masa Depan Indonesia

30 Okt 20260Foto MonskyMonsky
Menko PMK Sugiono mengajak generasi muda Indonesia berani mengambil peran, berkarya, dan menciptakan perubahan nyata. Sebab, masa depan Indonesia tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diperjuangkan bersama.
Menko PMK Sugiono mengajak generasi muda Indonesia berani mengambil peran, berkarya, dan menciptakan perubahan nyata. Sebab, masa depan Indonesia tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diperjuangkan bersama.

Pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Dibutuhkan generasi muda yang berani mengambil peran, memiliki kemampuan, dan mau bekerja nyata untuk membawa bangsa ini menjadi lebih maju. Pesan inilah yang ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono saat membuka Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Sugiono mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh pilihan generasi mudanya hari ini. Apakah ingin menjadi kelompok yang hanya menyaksikan perubahan, sekadar bertanya tentang apa yang terjadi, atau justru menjadi bagian dari mereka yang menciptakan perubahan?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar motivasi. Ada pesan penting bahwa Indonesia membutuhkan anak muda yang tidak berhenti pada wacana, tetapi berani bergerak, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata.

Sugiono bahkan mengajak para peserta untuk memilih menjadi those who make things happen, yakni mereka yang membuat perubahan benar-benar terjadi. Baginya, pilihan tersebut mencerminkan optimisme bahwa Indonesia memiliki generasi penerus yang siap membawa bangsa menuju kemajuan.

Semangat itu sesungguhnya sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang kuat dan maju. Pembangunan sumber daya manusia tidak boleh hanya berorientasi pada angka dan capaian, tetapi juga harus melahirkan generasi yang memiliki karakter, daya saing, kepedulian, serta kecintaan terhadap tanah air.

Sejarah Sumpah Pemuda 1928 memberikan pelajaran berharga. Saat itu, para pemuda dari berbagai suku dan latar belakang berani menyatukan tekad untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Mereka bermimpi tentang kemerdekaan ketika bangsa ini bahkan belum memiliki kebebasan.

Karena itu, Sugiono mengingatkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Perbedaan justru merupakan kekuatan yang harus dirawat sebagai modal bersama dalam membangun Indonesia.

Tantangan pemuda sekarang memang berbeda. Persaingan global, perkembangan teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Namun, kecerdasan dan keterampilan saja tidak cukup. Patriotisme, kegigihan, dan empati juga harus menjadi bagian dari karakter mereka.

Pesan Sugiono ini patut menjadi perhatian. Anak muda Indonesia harus berani bermimpi besar, tetapi juga harus siap bekerja keras untuk mewujudkannya. Jangan sampai energi generasi muda habis hanya untuk memperdebatkan perubahan, sementara kesempatan untuk menciptakan perubahan justru dibiarkan berlalu.

Pada akhirnya, Indonesia maju bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga oleh generasi yang sedang dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan esok hari.

Seperti pesan Menko PMK Sugiono, perbanyak melihat, mendengar, membaca, memperluas wawasan, dan mengambil setiap kesempatan untuk berbuat lebih baik.

Sebab, pemuda bukan sekadar pewaris masa depan. Mereka adalah kekuatan yang menentukan bagaimana masa depan Indonesia akan dibentuk.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.