
Pemerintah menetapkan proyek Giant Sea Wall (GSW) sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan nasional guna menghadapi ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah di pesisir utara Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa proyek tanggul laut raksasa tersebut bertujuan melindungi masyarakat serta aset-aset strategis nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Kick Off Meeting Perlindungan Pesisir Utara Jawa di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 4 Mei 2025.
Menurut AHY, proyek GSW akan membentang sepanjang sekitar 575 kilometer, melintasi lima provinsi di Pulau Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Infrastruktur ini dirancang sebagai sistem perlindungan utama terhadap kawasan pesisir yang rentan terhadap banjir rob.
Pemerintah menilai pembangunan GSW menjadi penting mengingat laju penurunan muka tanah di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa yang dilaporkan dapat mencapai hingga 20 sentimeter per tahun. Kondisi tersebut, ditambah dengan kenaikan muka air laut, meningkatkan risiko genangan permanen di beberapa wilayah.
AHY juga menyebutkan bahwa terdapat lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di kawasan Pantura yang terdampak langsung oleh kondisi tersebut. Secara keseluruhan, kawasan ini dihuni oleh sekitar 17 juta penduduk dari total 52 juta masyarakat di wilayah pesisir utara Jawa.
Dari sisi ekonomi, kawasan Pantura memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan estimasi mencapai sekitar 27,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, terdapat puluhan kawasan industri, termasuk sekitar 70 kawasan industri dan lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang berada di wilayah tersebut.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pelaksanaan proyek ini turut melibatkan kalangan akademisi. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 20 April 2026, yang membahas percepatan pembangunan Giant Sea Wall.
Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam melindungi kawasan pesisir utara Jawa, baik dari sisi keselamatan masyarakat maupun keberlanjutan aktivitas ekonomi nasional.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
