Prabowo Dorong Elektrifikasi 100 Gigawatt untuk Tekan Impor BBM dan Perkuat Ekonomi Nasional

10 Apr 202699TTemon
 Prabowo Subianto menyampaikan optimisme dan kebanggaan atas kemajuan industri kendaraan listrik nasional, khususnya dalam kemampuan produksi bus dan truk listrik di dalam negeri.
Prabowo Subianto menyampaikan optimisme dan kebanggaan atas kemajuan industri kendaraan listrik nasional, khususnya dalam kemampuan produksi bus dan truk listrik di dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto mendorong program elektrifikasi nasional sebesar 100 gigawatt sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4), Prabowo menegaskan bahwa program tersebut ditargetkan dapat tercapai dalam waktu dua tahun.

Ia juga menekankan pentingnya menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbasis diesel. Pemerintah, menurutnya, berencana menutup 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional.

Penutupan PLTD tersebut diperkirakan mampu menghemat konsumsi BBM hingga 200 ribu barel per hari. Angka ini setara dengan sekitar 20 persen dari total impor BBM Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

“Dengan langkah ini, kita bisa menghemat secara signifikan. Dalam beberapa tahun ke depan, kita optimistis dapat mengurangi bahkan menghentikan impor BBM,” ujar Prabowo.

Program elektrifikasi ini juga merupakan bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pemerintah menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, termasuk energi terbarukan, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik nasional.

Selain fokus pada sektor energi, pemerintah juga mendorong pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Peresmian pabrik di Magelang menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Kehadiran industri ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

Salah satu pekerja di pabrik tersebut menyampaikan bahwa keberadaan industri kendaraan listrik di daerahnya memberikan manfaat nyata, baik dari sisi pekerjaan maupun peluang ekonomi. Ia juga berharap kehadiran pemerintah pusat dapat terus mendorong pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemerintah menilai kombinasi antara peningkatan kapasitas listrik dan pengembangan kendaraan listrik akan menjadi kunci dalam menekan konsumsi BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional ke depan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.