
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh organisasi Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat komunikasi antara pemerintah dengan para pemimpin umat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berbuka puasa bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar. Suasana kebersamaan terlihat dalam pertemuan yang berlangsung di halaman tengah Istana Merdeka.
Sebanyak 121 pemimpin umat yang terdiri dari ulama dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain sebagai ajang silaturahmi Ramadhan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk perkembangan dinamika geopolitik global.
Usai pertemuan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mengajak para pimpinan organisasi dan tokoh Islam untuk bersama-sama mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah.
Menurut Nusron, Presiden berharap para tokoh agama dapat berada dalam satu barisan bersama pemerintah untuk mendorong terciptanya perdamaian serta meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia, lanjut Nusron, terus memantau perkembangan konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar dampaknya tidak mempengaruhi stabilitas nasional.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan komunikasi nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Ia menyatakan bahwa Indonesia tetap mengedepankan jalur dialog dan diplomasi dalam menyikapi berbagai konflik internasional.
Melalui pertemuan ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan dan komunikasi dengan para ulama serta pimpinan organisasi keagamaan, sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah situasi global yang dinamis.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
