Presiden Prabowo Dorong Komunikasi Pemerintah Jadi Jembatan Persatuan Nasional

2 Okt 202633Foto MonskyMonsky
Presiden Prabowo Subianto melantik sepuluh menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik sepuluh menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, komunikasi pemerintah bukan lagi sekadar menyampaikan program. Bagi Presiden Prabowo Subianto, komunikasi juga harus menjadi jembatan yang mendekatkan pemerintah dengan rakyat sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono yang baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Syahganda mengatakan arahan Presiden tersebut akan menjadi salah satu fokus Bakom dalam menjalankan tugas. Menurutnya, komunikasi pemerintah harus mampu menjelaskan bukan hanya program, tetapi juga pemikiran dan arah kebijakan Presiden kepada masyarakat.

“Bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.

Tantangan komunikasi pemerintah saat ini semakin kompleks karena masyarakat memperoleh informasi dari berbagai platform digital. Karena itu, Bakom akan melanjutkan program komunikasi yang sudah berjalan sekaligus memperkuat pendekatan dengan mempertimbangkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital.

Bakom juga akan mempelajari bagaimana algoritma dapat memengaruhi jarak antara pesan pemerintah dan pemahaman masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar informasi mengenai kebijakan dan pemikiran Presiden dapat diterima secara lebih utuh.

Di sisi lain, komunikasi dua arah dengan media dan wartawan akan diperkuat. Bakom ingin membangun dialog yang lebih intensif sehingga media tidak hanya menjadi saluran penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membantu membawa aspirasi masyarakat kembali kepada pemerintah.

Pendekatan ini menempatkan komunikasi sebagai ruang dialog, bukan sekadar penyampaian informasi satu arah. Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan intensif, pemerintah dapat menjelaskan kebijakan sekaligus memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Syahganda juga mengapresiasi peran insan media dalam membantu menyampaikan pemikiran Presiden dan program pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bukan hanya apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga gagasan dan landasan konstitusional yang mendasari kebijakan tersebut.

Di era ketika informasi bergerak sangat cepat, arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang mampu menyatukan pemahaman pemerintah dan masyarakat. Tujuannya bukan hanya agar program diketahui, tetapi agar arah pembangunan dan gagasan kebangsaan dapat dipahami secara lebih luas.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.