Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai atas ketegangan perbatasan antara Thailand dan Kamboja dalam sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Jumat (8/5).
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog, negosiasi, dan kerja sama antarnegera ASEAN.
Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa persoalan perbatasan merupakan tantangan yang juga dihadapi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Namun, penyelesaian damai dinilai tetap dapat dicapai melalui komunikasi yang konstruktif.
“Hal ini seperti juga yang kita lakukan. Kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait dengan permasalahan-permasalahan di perbatasan dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” ujar Sugiono kepada awak media di sela pelaksanaan KTT ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengajak Thailand dan Kamboja untuk tetap memperkuat kerja sama bilateral yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, meskipun proses sengketa perbatasan masih berjalan melalui jalur hukum internasional.
“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi di saat bersamaan, kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan,” lanjut Sugiono.
Senada dengan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan ASEAN, termasuk terkait perkembangan situasi di Myanmar.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan regional.
“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.
Thailand dan Kamboja diketahui telah lama memiliki sengketa wilayah perbatasan, khususnya di sekitar Kuil Preah Vihear dan sejumlah kawasan bersejarah lainnya seperti Ta Muen Thom. Ketegangan meningkat setelah insiden bentrokan aparat kedua negara pada pertengahan 2025 yang menyebabkan korban jiwa dari pihak Kamboja.
Sebagai tindak lanjut, pada Juni 2025, Kamboja secara resmi meminta bantuan Mahkamah Internasional untuk membantu proses demarkasi dan penetapan batas permanen di sejumlah titik sengketa perbatasan dengan Thailand.
Melalui forum ASEAN, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian konflik secara diplomatik di kawasan Asia Tenggara.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
