Presiden Prabowo Dorong Percepatan Transformasi BUMN dan Pembangunan Kampung Nelayan

9 Apr 202651TTemon
Pemerintah terus mempercepat proses transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 7 April 2026.
Pemerintah terus mempercepat proses transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 7 April 2026.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan proses restrukturisasi BUMN dapat diselesaikan pada tahun 2026. Menurutnya, restrukturisasi tersebut tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh.

Pemerintah juga melakukan konsolidasi di sejumlah sektor strategis. Salah satunya adalah rencana penggabungan 15 perusahaan logistik menjadi satu perusahaan logistik nasional. Selain itu, penggabungan perusahaan pengelola aset juga tengah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Di sektor transportasi, pemerintah mendorong penguatan layanan publik melalui rencana elektrifikasi jalur kereta api di beberapa rute, antara lain Jakarta–Rangkas, Jakarta–Cikampek, dan Jakarta–Sukabumi.

Sementara itu, proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Pemerintah menyatakan bahwa hasilnya akan segera diumumkan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Terkait kondisi global, pemerintah menyebutkan bahwa kinerja BUMN secara umum masih stabil, meskipun terdapat penurunan trafik di sektor penerbangan akibat pembatasan rute di beberapa wilayah.

Dalam rapat yang sama, Presiden juga menginstruksikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa sebanyak 100 kampung nelayan yang telah dibangun ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga membahas aspek pengelolaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di kampung nelayan tersebut.

Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan tambahan sebanyak 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026 yang akan difokuskan di wilayah Indonesia Timur.

Pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam pengadaan kapal. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap analisis, termasuk kesiapan galangan kapal dalam negeri. Target pembangunan kapal tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.