Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Pemerintah Optimistis Ekonomi Siap Lepas Landas

18 Feb 202675TTemon
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026.

Prabowo Subianto menghadiri forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan ekonomi nasional menghadapi tahun 2026 sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran pemerintah selama satu tahun terakhir. Ia menilai berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif tim yang solid dan berdedikasi. Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, Airlangga Hartarto dalam laporannya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 5,11 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat 4,98 persen, didukung stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen. Target tersebut akan didorong oleh optimalisasi belanja pemerintah, peningkatan investasi swasta, serta penguatan berbagai mesin produksi nasional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat fondasi domestik sebagai kunci menuju negara maju. Pemerintah berkomitmen mengelola sumber daya nasional secara optimal untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sekaligus meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi Indonesia.

Sejumlah indikator turut menunjukkan tren positif, antara lain peningkatan konsumsi di daerah, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka, serta membaiknya rasio ketimpangan (gini ratio). Pemerintah menilai perkembangan ini sebagai bukti bahwa kebijakan ekonomi mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Presiden juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari lapisan paling bawah. Program tersebut disebut meningkatkan konsumsi rumah tangga serta menggerakkan aktivitas ekonomi di desa dan kecamatan, sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Forum Indonesia Economic Outlook 2026 turut dihadiri para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Merah Putih, ekonom, dan akademisi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga stabilitas serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Dengan berbagai capaian dan strategi yang disiapkan, pemerintah optimistis momentum saat ini menjadi titik penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.