Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Museum Lubang Buaya Kini Diperbarui

2 Okt 202628Foto MonskyMonsky
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan penghormatan kepada para pahlawan revolusi serta pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ikrar, dan doa.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi bangsa dan negara.

Usai upacara, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Museum Kesaktian Pancasila yang telah selesai direnovasi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendampingi peninjauan tersebut.

Pembaruan museum mencakup narasi sejarah, alur cerita, tata pamer, diorama, hingga penggunaan teknologi digital dan ruang immersive. Penyempurnaan narasi juga melibatkan para sejarawan untuk menghadirkan konteks sejarah yang lebih lengkap.

Presiden Prabowo kemudian meresmikan renovasi museum melalui penandatanganan prasasti. Museum yang sebelumnya dikenal sebagai Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) dan diresmikan pada 1 Oktober 1992 tersebut kini kembali diperbarui dan dibuka untuk masyarakat.

Fadli Zon mengatakan revitalisasi museum diarahkan agar museum sejarah tidak sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan memori kolektif bangsa.

Dengan pembaruan tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang lebih relevan bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam memahami perjalanan sejarah Indonesia.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.