Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai: Konektivitas Maju, Jakarta Semakin Terintegrasi

17 Sep 202619Foto Reza HermawanReza Hermawan
767425 cropped

Peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 September 2026 menjadi salah satu penanda penting dalam pembangunan transportasi publik Indonesia. Kehadiran jalur ini bukan sekadar menambah infrastruktur perkeretaapian, tetapi memperkuat ekosistem transportasi massal yang semakin terintegrasi di Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga karena Indonesia terus mengalami kemajuan secara bertahap. Presiden menekankan bahwa lima atau sepuluh tahun lalu mungkin belum terbayangkan Jakarta memiliki sistem transportasi publik seperti saat ini. Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus diukur dari seberapa cepat sebuah proyek selesai, tetapi juga dari kesinambungan langkah yang menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Yang menarik, Presiden secara khusus melihat kawasan Manggarai sebagai transport hub karena kini mempertemukan berbagai moda transportasi, mulai dari LRT, KRL, TransJakarta, Transjabodetabek hingga kereta menuju bandara. Dengan demikian, LRT Kelapa Gading–Manggarai memperkuat konektivitas antar moda dan membuka peluang perjalanan masyarakat yang lebih efisien.

Secara fisik, koridor ini memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, waktu tempuh sekitar 28 menit, dan nilai investasi sekitar Rp. 12,1 triliun. Proyek tersebut dibangun oleh PT Jakarta Propertindo sebagai BUMD DKI Jakarta dengan dukungan APBD DKI Jakarta. Pemerintah juga menargetkan kapasitas layanan secara bertahap dapat mencapai sekitar 80.000 penumpang per hari.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan transportasi massal memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan jalur kereta. Infrastruktur ini menyentuh mobilitas masyarakat, produktivitas perkotaan, pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta penguatan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor transportasi.

Presiden Prabowo juga mengaitkan konektivitas yang semakin kuat dengan peningkatan daya saing Indonesia. Pernyataan tersebut relevan dengan kebutuhan Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional. Transportasi publik yang terintegrasi akan membantu memperpendek waktu perjalanan dan memperluas akses masyarakat terhadap pusat pekerjaan, pendidikan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.

Hal penting lainnya adalah kesinambungan pembangunan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan kelanjutan jaringan LRT sekitar dua kilometer dari Manggarai menuju Dukuh Atas dengan rencana investasi sekitar Rp. 2,7 triliun. Jalur tersebut diarahkan untuk terintegrasi dengan MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

Artinya, pembangunan LRT Kelapa Gading–Manggarai tidak seharusnya dipandang sebagai proyek yang berdiri sendiri. Arahnya adalah membangun jaringan transportasi perkotaan yang saling terhubung. Semakin banyak moda yang terintegrasi, semakin besar pula peluang masyarakat untuk melakukan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Peresmian ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Presiden Prabowo dalam pidatonya menyatakan bahwa keberadaan LRT di Manggarai melengkapi berbagai moda yang telah tersedia. Bahkan, Presiden menegaskan bahwa DKI Jakarta bukan hanya milik warga Jakarta, tetapi merupakan bagian dari kepentingan seluruh bangsa.

Karena itu, dukungan terhadap pembangunan transportasi publik harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat luas. Jakarta merupakan kawasan aglomerasi dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Transportasi yang aman, nyaman, terintegrasi dan terjangkau akan memberikan manfaat bukan hanya kepada warga Jakarta, tetapi juga masyarakat dari wilayah penyangga yang setiap hari beraktivitas di ibu kota.

Pembangunan juga perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap lingkungan. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan gagasan Indonesia ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta mendorong Jakarta menjadi kota hijau dan kota taman. Presiden juga menyerukan agar sungai dan lingkungan perkotaan terus dibersihkan serta pembangunan memperhatikan aspek ruang hijau.

Dengan demikian, transportasi publik dan pembangunan kota hijau semestinya menjadi satu kesatuan agenda. Mobilitas masyarakat harus semakin mudah, sementara kualitas lingkungan perkotaan juga harus semakin baik.

Peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai akhirnya memberikan pesan sederhana namun penting, bahwa Indonesia sedang bergerak membangun konektivitas dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, kemajuan bangsa dibangun setapak demi setapak. LRT ini menjadi salah satu bukti konkret bahwa pembangunan infrastruktur transportasi terus dilanjutkan untuk menghadirkan sistem mobilitas yang semakin terintegrasi.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.