Presiden Prabowo Serahkan Pesawat Airbus A400M/MRTT “Alpha 4001” untuk Perkuat TNI AU

4 Nov 202579TTemon
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang diselenggarakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 3 November 2025.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang diselenggarakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 3 November 2025.

Jakarta, 3 November 2025 — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT “Alpha 4001” kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat kemampuan mobilitas udara strategis nasional. Acara penyerahan digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Prosesi penyerahan diawali dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 31 di badan pesawat, menandai pengukuhan A400M/MRTT sebagai bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia. Presiden kemudian melakukan prosesi penyiraman air di roda depan pesawat dan menyerahkan kunci secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang selanjutnya diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kedatangan pesawat baru tersebut dan menegaskan perintah untuk segera memesan modul ambulans udara serta perlengkapan penanggulangan kebakaran hutan bagi A400M.

“Untuk C-130 kita sudah punya kontainer ambulans udara. Saya perintahkan kita segera pesan modul ambulans udara untuk A400. Dan juga saya sudah instruksikan untuk diperlengkapi dengan alat-alat untuk menghadapi kebakaran hutan. Jadi ini nanti menambah kekuatan kita,” ujar Presiden.

Airbus A400M/MRTT merupakan pesawat angkut militer multi peran yang mampu beroperasi di berbagai kondisi, termasuk di landasan tidak beraspal. Pesawat ini memiliki kemampuan air-to-air refuelling, kapasitas angkut hingga 37 ton, dan daya jelajah hingga 8 jam tanpa pengisian bahan bakar.

Dengan sistem avionik canggih dan fleksibilitas multirole, pesawat ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Udara dalam menghadapi tantangan strategis, serta mendukung misi kemanusiaan dan tanggap darurat di kawasan.

Turut hadir dalam acara penyerahan tersebut antara lain para duta besar dan atase pertahanan negara sahabat, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta para kepala staf angkatan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.