Presiden Prabowo Siapkan Strategi Energi dan Diplomasi Hadapi Dampak Konflik Global

4 Mar 2026166TTemon
Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita.
Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif dalam merespons meningkatnya tensi geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas energi dunia. Salah satu fokus utama adalah mitigasi dampak jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan skenario pengalihan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke negara lain, termasuk Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional tetap terjaga.

Saat ini, sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah. Namun untuk produk BBM, Indonesia tidak melakukan impor dari kawasan tersebut. Impor bensin RON 90, 93, 95, dan 98 sebagian besar dipasok dari negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, impor LPG Indonesia mencapai 7,3 juta ton per tahun dan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada tahun ini, dengan sekitar 70 persen pasokan berasal dari Amerika Serikat.

Pemerintah juga memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ketersediaan energi disebut berada di atas standar minimum nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap distribusi dan pasokan dalam negeri.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah tokoh nasional dan diplomat senior untuk membahas perkembangan geopolitik terkini, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa Presiden memberikan pembaruan mengenai situasi global serta mengajak para tokoh untuk berdiskusi terkait implikasinya terhadap Indonesia, baik dari sisi keamanan, diplomasi, maupun ekonomi.

Pemerintah turut menghitung potensi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN dan memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Pendekatan yang diambil menekankan kehati-hatian, koordinasi lintas sektor, serta perhitungan menyeluruh terhadap berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global, dengan memastikan ketahanan energi dan posisi diplomasi Indonesia tetap kuat dan terarah.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.