
Jakarta, 7 November 2025 — Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari dua belas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara-negara sahabat dalam upacara resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11). Prosesi ini menandai dimulainya masa tugas para duta besar di Indonesia sekaligus memperkuat komitmen kerjasama dan hubungan persahabatan antar negara.
Kedatangan para duta besar disambut dengan tarian rampak kendang dari Provinsi Jawa Barat, menambah suasana meriah di halaman Istana Merdeka. Upacara penyerahan surat kepercayaan diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan masing-masing negara dan diakhiri dengan sesi foto bersama Presiden Prabowo Subianto.
Dua belas duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo antara lain:
Barbara Szymanowska – Republik Polandia
Khalid Jassim Alyassin – Negara Kuwait
Gladys Kamia Isihanua – Kepulauan Solomon
Zahid Hafeez Chaudhri – Republik Islam Pakistan
Sharon Ann Lennon – Irlandia
Tornike Nozadze – Georgia
Bernardo de Sicart Escoda – Kerajaan Spanyol
Salem Ahmed Balfakeeh – Republik Yaman
Francisco de la Torre Galindo – Meksiko
Ralf Beste – Republik Federal Jerman
Patrick Hemmer – Keharyapatihan Luksemburg (Non-Resident)
Muhammetnyyas Mashalov – Republik Turkmenistan (Non-Resident)
Usai penyerahan surat kepercayaan, para duta besar melakukan pertemuan singkat dengan Presiden Prabowo di veranda belakang Istana Merdeka untuk menyampaikan arah kerja sama bilateral di berbagai bidang. Dalam pertemuan tersebut, para duta besar menegaskan tekad mempererat hubungan dengan Indonesia di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pertahanan, serta hubungan antar masyarakat.
Duta Besar Polandia Barbara Szymanowska menyoroti momentum 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan fokus kerja sama di bidang pertanian, teknologi hijau, transportasi, dan pertahanan.
Sementara itu, Duta Besar Kuwait Khalid Jassim Alyassin menilai Indonesia sebagai mitra strategis kawasan dan ekonomi global, serta berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang investasi, perdagangan, energi bersih, dan ketahanan pangan.
Duta Besar Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri menyebut hubungan Indonesia–Pakistan telah terjalin jauh sebelum kemerdekaan dan berkomitmen memperluas kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat.
Sedangkan Duta Besar Yaman Salem Ahmed Balfakeeh menegaskan kedekatan hubungan Indonesia–Yaman yang berakar sejak abad ke-7 melalui sejarah migrasi dan hubungan keagamaan.
Selain membahas arah kerja sama diplomatik, para duta besar juga menyampaikan kesan positif mereka terhadap Indonesia. Duta Besar Irlandia Sharon Ann Lennon berharap dapat memperkuat pertukaran budaya dan kolaborasi seni antara kedua negara. Duta Besar Jerman Ralf Beste menuturkan dirinya sedang mempelajari bahasa Indonesia agar dapat lebih memahami masyarakat dan kebudayaan lokal. Sementara Duta Besar Spanyol Bernardo de Sicart Escoda mengaku terpesona oleh keramahan masyarakat Indonesia serta keindahan alam dan kulinernya.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas komitmen para duta besar dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia menegaskan bahwa Indonesia selalu terbuka terhadap kolaborasi dengan negara-negara sahabat untuk mendukung perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan global.
Turut mendampingi Presiden dalam prosesi tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Presetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Melalui momentum diplomatik ini, Indonesia meneguhkan komitmennya sebagai mitra strategis dan sahabat bagi bangsa-bangsa dunia, sekaligus memperkuat posisi negara dalam upaya membangun kerja sama internasional yang damai, produktif, dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
