
Produksi sektor kelautan dan perikanan Indonesia pada 2025 mencapai 26,25 juta ton atau tumbuh sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa total produksi tersebut terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, serta 6,75 juta ton perikanan budidaya.
Selain produksi, nilai ekspor produk perikanan Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, nilai ekspor tercatat mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS), yang merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Komoditas utama yang mendominasi ekspor antara lain udang, tuna, tongkol, cakalang, serta cumi, sotong, dan gurita, dengan negara tujuan utama Amerika Serikat, China, dan kawasan ASEAN.
Memasuki 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan produksi ikan nasional pada periode April hingga Desember mencapai 10,57 juta ton. Proyeksi tersebut terdiri atas 5,42 juta ton perikanan tangkap dan 5,15 juta ton perikanan budidaya.
KKP juga memastikan ketersediaan ikan nasional dalam kondisi aman hingga Juni 2026. Pemantauan dilakukan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan Bandar Lampung untuk menjaga stabilitas pasokan.
Sementara itu, hingga awal 2026, nilai ekspor kelautan dan perikanan tercatat sebesar 950 juta dolar AS. Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah produk serta diversifikasi pasar ekspor guna menjaga pertumbuhan sektor secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan dinamika geopolitik, sektor kelautan dan perikanan nasional dinilai tetap menunjukkan kinerja yang stabil, baik dari sisi produksi maupun ekspor.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
