Program MBG, Kesehatan Gratis, dan Pemerataan Pendidikan Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

3 Feb 202677TTemon
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja secara konsisten dan disiplin.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja secara konsisten dan disiplin.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan, telah memberikan capaian nyata sekaligus berdampak luas terhadap perekonomian nasional. Seluruh kebijakan tersebut dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Di sektor pangan dan gizi, Presiden mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis terus berkembang pesat dan saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan cakupan program tersebut meningkat hingga 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Hingga saat ini, terdapat 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, dengan 13.829 dapur lainnya masih dalam proses penilaian dan pengajuan. Keberadaan dapur-dapur tersebut telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja di berbagai daerah.

“Dengan 22 ribu dapur yang sudah operasional saja, kita telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja. Setiap dapur mempekerjakan kurang lebih 50 orang yang digaji setiap hari,” ujar Presiden Prabowo.

Di bidang kesehatan, pemerintah juga memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis. Presiden menyampaikan bahwa hingga kini sekitar 70 juta warga telah memanfaatkan layanan tersebut.

“Sebanyak 70 juta rakyat kita sudah di cek kesehatan gratis. Ini pertama kali dalam sejarah,” kata Presiden.

Sementara itu, di sektor pendidikan, pemerintah berkomitmen untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemerataan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Sebanyak 282.180 sekolah di seluruh Indonesia telah menerima bantuan Interactive Flat Panel, termasuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah terluar, tertinggal, dan terpencil.

“Hampir semua sekolah, termasuk di pulau-pulau terpencil dan daerah pegunungan, sudah memiliki panel interaktif,” ungkap Presiden.

Selain program-program sosial tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui konsolidasi aset negara. Pemerintah membentuk Sovereign Wealth Fund yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memastikan pengelolaan aset negara secara profesional dan berorientasi jangka panjang.

“Kita telah menghimpun seluruh kekuatan milik negara dalam satu manajemen, dengan nilai aset kelolaan mencapai sekitar 1,04 triliun dolar AS,” jelas Presiden.

Menutup paparannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja secara konsisten dan disiplin. Seluruh kebijakan dan capaian tersebut diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, kemandirian ekonomi, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.