Program MBG Ramadan di OKI Disambut Antusias, Bantu Penuhi Gizi Anak dan Tingkatkan Semangat Sekolah

10 Mar 2026143TTemon
Dari ruang kelas PAUD hingga keluarga pekerja kebun, program ini tidak sekadar menghadirkan paket makanan, tetapi juga membawa perubahan kecil yang bermakna dalam keseharian anak-anak dan orang tua.
Dari ruang kelas PAUD hingga keluarga pekerja kebun, program ini tidak sekadar menghadirkan paket makanan, tetapi juga membawa perubahan kecil yang bermakna dalam keseharian anak-anak dan orang tua.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendapat sambutan positif dari tenaga pendidik, siswa, serta orang tua. Program ini dinilai membantu memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan makanan bergizi sekaligus meningkatkan semangat mereka untuk bersekolah.

Di sejumlah sekolah, paket MBG dibagikan setiap pagi dengan menu sederhana namun bergizi, seperti susu, roti, telur, kurma, serta buah-buahan seperti jeruk dan semangka. Untuk jenjang sekolah dasar, porsi makanan disesuaikan dengan tingkat kelas, di mana siswa kelas atas mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan kelas bawah.

Suharni, seorang guru PAUD di Desa Mukti Karya yang memiliki 34 murid, menilai menu yang diberikan sudah layak untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Ia mengatakan para siswa menunjukkan antusiasme tinggi setiap hari saat menunggu paket makanan datang.

Menurutnya, paket MBG biasanya diantar sekitar pukul 08.30 WIB. Anak-anak kemudian menikmati makanan tersebut bersama-sama di sekolah. Ia juga menyebutkan bahwa program ini membantu membiasakan anak-anak untuk sarapan sebelum memulai kegiatan belajar.

“Anak-anak sangat suka. Mereka selalu menunggu MBG datang setiap pagi,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat ketika pengantaran makanan sedikit terlambat. Anak-anak kerap menanyakan kepada guru kapan paket MBG akan tiba. Bahkan saat cuaca hujan membuat akses jalan sulit dan distribusi terlambat hingga mendekati waktu pulang sekolah, para siswa tetap menunggu dengan sabar.

Manfaat program ini juga dirasakan oleh para orang tua. Catur Rismayanti, warga Desa Mukti Karya yang bekerja sebagai penyadap karet bersama suaminya, mengatakan MBG membantu memastikan anak-anaknya mendapatkan makanan secara lebih teratur di sekolah.

Menurutnya, sejak adanya program tersebut, anak-anaknya menjadi lebih jarang membeli jajanan di luar sekolah dan lebih fokus mengikuti kegiatan belajar. Ia juga melihat adanya perubahan pada semangat anak-anak untuk berangkat ke sekolah setiap hari.

Catur menyebut kehadiran MBG juga membantu mengurangi pengeluaran keluarga untuk uang jajan anak, terutama karena penghasilan keluarga yang bergantung pada hasil kebun karet tidak selalu stabil.

Selama Ramadan, kedua anaknya yang duduk di bangku PAUD dan kelas 6 SD tetap menerima paket makanan yang terdiri dari roti, susu, telur, buah, dan kurma.

Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Pelaksanaan MBG di Mesuji Makmur menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga mendorong kebiasaan sarapan sehat serta meningkatkan motivasi anak-anak untuk hadir di sekolah setiap hari.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.