
Sejumlah tokoh agama mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi kebijakan pemerintah dengan tidak hanya menyoroti kekurangannya, tetapi juga melihat sisi positif yang telah dicapai negara.
Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan bahwa kritik terhadap kebijakan negara merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, masyarakat perlu bersikap adil dengan mempertimbangkan sisi positif dan negatif dari setiap kebijakan.
“Tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan sistem pemerintahan. Karena itu kita harus adil dalam menilai, jangan hanya melihat sisi negatifnya saja,” ujar Khalid dalam sebuah sinar yang diunggah di YouTube.
Ia juga menyinggung pandangan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, tentang pentingnya menghormati pemimpin karena tanggung jawab yang diemban sangat besar terhadap masyarakat.
Dalam penjelasannya, Khalid menilai Indonesia masih memiliki banyak hal yang patut disyukuri, diantaranya kebebasan beribadah bagi umat beragama, termasuk umat Islam yang dapat dengan bebas membangun masjid dan mengumandangkan azan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu ditemui di beberapa negara lain.
Selain itu, ia menilai sistem sosial di Indonesia juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui berbagai lembaga sosial, seperti lembaga pengelola zakat maupun usaha jasa perjalanan haji dan umrah.
Khalid memperkirakan bahwa sebagian besar sistem di Indonesia masih berjalan dengan baik, meskipun tetap terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki bersama.
Sementara itu, dukungan moral kepada pemerintah juga datang dari kalangan pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH Muhammad Imaduddin Ishom, menyampaikan doa agar Presiden Prabowo Subianto tetap kuat dan tegar dalam menjalankan tugasnya memimpin negara.
Doa tersebut disampaikan saat menerima kunjungan pengusaha Mohammad Jusuf Hamka dalam kegiatan silaturahmi di bulan Ramadhan.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh juga mendoakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta kesehatan pimpinan pesantren Buntet Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza, yang tengah menjalani perawatan karena sakit.
KH Imaduddin berharap kepemimpinan Presiden Prabowo dapat terus menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pertemuan antara tokoh masyarakat, ulama, dan pengusaha tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial dan memperkuat dukungan moral terhadap kepemimpinan nasional di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
