
Sejumlah tokoh Islam menyampaikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk empati kemanusiaan sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan negara sahabat.
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai langkah Presiden Prabowo tepat dan sejalan dengan nilai kemanusiaan serta prinsip yang dianut Indonesia. Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan solidaritas kepada negara yang sedang mengalami duka.
Hal serupa disampaikan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, yang menyebut penyampaian belasungkawa merupakan sikap wajar dalam hubungan antarnegara. Ia juga menekankan pentingnya upaya bersama dari berbagai pihak untuk menghentikan konflik bersenjata dan mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Sementara itu, tokoh NU sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan bahwa langkah diplomasi Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut Pakistan dan Uni Emirat Arab mendukung peran Indonesia dalam mendorong dialog antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurutnya, Indonesia juga akan memanfaatkan berbagai forum kerja sama internasional untuk mendorong perdamaian, termasuk melalui Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8), yang merupakan forum kerja sama ekonomi negara-negara Muslim berkembang.
Selain membahas isu global, Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama para ulama serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi nasional dan dinamika geopolitik dunia.
Ustaz Muhammad Subki Al-Bughury yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kemampuan komunikasi Presiden dalam menjelaskan berbagai isu secara komprehensif. Ia menyebut paparan Presiden berlangsung cukup panjang dan menarik, sehingga para ulama yang hadir dapat mengikuti diskusi dengan antusias.
Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan para pemimpin umat, sekaligus memperkuat dukungan terhadap berbagai upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan stabilitas internasional.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
