Wafatnya Guruh Soekarnoputra: Prabowo dan Keteladanan Menghormati Sejarah Bangsa

Ucapan duka Presiden Prabowo Subianto atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, bukan sekadar ungkapan belasungkawa. Di tengah perbedaan pilihan politik dan latar belakang, sikap tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan kemanusiaan, sejarah, dan penghormatan kepada tokoh bangsa di atas kepentingan politik.
Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Ia dikenal luas sebagai seniman, budayawan, musisi, koreografer sekaligus tokoh yang pernah berkiprah di dunia politik dan menjadi anggota DPR RI.
Yang menarik, perhatian Presiden Prabowo terhadap Guruh ternyata telah terlihat sebelum kabar duka, Ketika kondisi Guruh dilaporkan kritis, keluarga menyampaikan bahwa Prabowo telah memberikan perhatian agar Guruh mendapatkan penanganan dan perawatan medis secara intensif. Media Indonesia melaporkan bahwa Prabowo memberi perhatian khusus karena Guruh dipandang sebagai salah satu budayawan dan pelaku sejarah Indonesia.
Karena itu, ucapan duka yang disampaikan Prabowo setelah Guruh berpulang dapat dibaca sebagai bagian dari sikap kenegarawanan, yaitu menghormati sosok dan sejarah Indonesia tanpa harus menghapus perbedaan politik.
Guruh memang merupakan putra Soekarno dan adik Megawati Soekarnoputri. Namun, perjalanan hidupnya juga membentuk identitasnya sendiri sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia. PDI Perjuangan sendiri mengenangnya sebagai seniman besar dan tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam partai.
Di titik inilah pesan penting dari sikap Presiden Prabowo terlihat. Politik boleh berbeda. Pilihan perjuangan boleh tidak sama. Tetapi penghormatan terhadap jasa, kebudayaan, sejarah dan keluarga tokoh bangsa harus tetap dijaga.
Indonesia membutuhkan politik yang mampu merawat persatuan setelah kontestasi selesai. Ucapan belasungkawa kepada keluarga Guruh Soekarnoputra memperlihatkan bahwa hubungan kebangsaan tidak selalu harus dibatasi oleh garis partai.
Apalagi Guruh bukan hanya bagian dari keluarga besar Soekarno. Ia meninggalkan jejak panjang dalam seni dan kebudayaan Indonesia. Karena itu, berpulangnya Guruh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan lingkungan politiknya, tetapi juga menjadi momentum bagi bangsa untuk kembali mengingat pentingnya karya seni, kebudayaan dan perjalanan sejarah Indonesia.
Duka cita Presiden Prabowo adalah pesan sederhana namun bermakna: perbedaan politik tidak boleh menghilangkan rasa hormat sebagai sesama anak bangsa.
Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. Semoga seluruh karya dan pengabdian yang telah diberikan untuk Indonesia menjadi bagian dari warisan yang terus dikenang.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
