BGN dan Tim Koordinasi MBG: Dua Peran, Satu Tujuan untuk Gizi Anak Bangsa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian utama publik. Program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tapi juga soal masa depan generasi Indonesia. Namun, di balik implementasi besar ini, muncul pertanyaan penting: siapa yang memegang kendali utama, dan bagaimana koordinasinya dijalankan?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjawab keraguan itu dengan penjelasan yang lugas. Ia menegaskan bahwa BGN memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia. BGN berada di garda terdepan, memastikan makanan bergizi benar-benar sampai ke anak-anak di sekolah dan daerah terpencil.
Namun, Dadan juga mengingatkan bahwa program berskala nasional seperti ini tidak mungkin dijalankan sendirian. Ada banyak lembaga dan kementerian yang terlibat, mulai dari sektor pendidikan, sosial, pertanian, hingga keuangan. Karena itulah pemerintah membentuk Tim Koordinasi Program MBG, sebuah struktur tambahan untuk menjamin kerja lintas lembaga tetap berjalan harmonis.
Dalam tim ini, Menko Pangan ditunjuk sebagai Ketua, sementara Wakil Kepala BGN, Nanik Deyang, dipercaya menjadi Ketua Harian. Struktur ini menunjukkan upaya pemerintah menciptakan sistem yang kolaboratif, di mana pelaksana dan pengarah bekerja berdampingan.
Dadan menjelaskan, baik Kepala BGN maupun Tim Koordinasi MBG sama-sama melapor langsung kepada Presiden. Meskipun fungsi keduanya berbeda — satu sebagai pelaksana teknis, satu lagi sebagai penggerak koordinasi — keduanya tetap memiliki garis akuntabilitas yang sama. “Ya, kalau Tim Koordinasi laporannya ke Presiden. Kepala Badan Gizi juga laporannya ke Presiden,” kata Dadan menegaskan.
Ia juga menepis anggapan bahwa jabatan Nanik Deyang sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi akan mengubah posisinya sebagai Wakil Kepala BGN. Dengan tegas ia memastikan, “Tentu tidak berubah.”
Melihat pembagian tugas ini, jelas bahwa pemerintah tengah berupaya membangun sistem kerja yang terstruktur. Di satu sisi, BGN berperan memastikan implementasi program berjalan efektif di lapangan. Di sisi lain, Tim Koordinasi bertugas menjaga sinkronisasi antarinstansi agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Kolaborasi seperti ini penting. Sebab, program sebesar MBG tidak hanya membutuhkan niat baik, tetapi juga tata kelola yang matang. Dua lembaga dengan fungsi berbeda ini ibarat dua tangan yang bekerja untuk satu tujuan: memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi generasi emas di masa depan.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
