Bukan Sekadar Membangun Infrastruktur, Presiden Prabowo Siapkan Manusia yang Akan Membawa Indonesia Menuju Bangsa Besar

1 Nov 20260Foto MonskyMonsky
James Riyadi dan Mulyadi Jayabaya, dua tokoh dunia usaha, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap pembangunan manusia dan generasi penerus bangsa.
James Riyadi dan Mulyadi Jayabaya, dua tokoh dunia usaha, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap pembangunan manusia dan generasi penerus bangsa.

Kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan dan kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh kualitas manusia serta karakter para pemimpin yang akan menentukan arah masa depannya.

Bangsa besar tidak lahir hanya karena memiliki sumber daya alam melimpah atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Di balik kemajuan sebuah negara, selalu ada manusia berkualitas, pemimpin berkarakter, dan generasi penerus yang memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab.

Pandangan inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam taklimat Presiden Prabowo Subianto bersama peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Menariknya, perhatian terhadap pembangunan manusia tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Anggota Kadin Indonesia, James Riyadi, menilai Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pembentukan karakter manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.

James bahkan mengungkapkan bahwa para pimpinan dunia usaha melihat kesungguhan Presiden dalam mencurahkan perhatian terhadap pendidikan dan pembangunan manusia. Menurutnya, tidak ada bangsa besar yang bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia, terutama pemimpin yang memiliki karakter kuat.

Apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata dipandang dari angka investasi maupun pertumbuhan ekonomi. Ada pekerjaan jangka panjang yang tidak kalah penting, yaitu mempersiapkan manusia yang mampu mengelola kemajuan dan membawa Indonesia semakin diperhitungkan.

Salah satu wujud perhatian tersebut terlihat melalui P3MDI. Program ini membuka ruang bagi generasi muda untuk dipersiapkan menjadi calon pemimpin melalui proses seleksi dan pembinaan yang terarah.

James Riyadi juga menyoroti pentingnya sistem meritokrasi, yaitu memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki kemampuan dan potensi untuk berkembang, tanpa menjadikan latar belakang sosial sebagai penghalang.

Pesan ini memiliki arti penting bagi anak-anak muda Indonesia. Kesempatan untuk menjadi pemimpin seharusnya terbuka bagi mereka yang mau belajar, bekerja keras, menunjukkan kemampuan, dan memiliki komitmen untuk mengabdi kepada bangsa.

Dukungan terhadap visi tersebut juga disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan Indonesia, Mulyadi Jayabaya. Ia mengapresiasi taklimat Presiden Prabowo yang memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab negara dalam mendorong kemajuan Indonesia.

Mulyadi turut menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan swasta, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Baginya, dunia usaha memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah untuk mendukung berbagai program pembangunan.

Di sinilah pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi saling bertemu. Indonesia membutuhkan pengusaha yang produktif, tenaga kerja yang kompeten, petani yang semakin berdaya, serta pemimpin yang mampu mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat luas.

Apa yang disampaikan Presiden Prabowo di Hambalang memberikan gambaran bahwa mempersiapkan masa depan Indonesia tidak bisa dilakukan secara instan. Investasi pada manusia membutuhkan waktu, keseriusan, pendidikan, dan pembentukan karakter yang berkelanjutan.

Sebab, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang apa yang berhasil dicapai hari ini, melainkan juga tentang siapa yang akan melanjutkannya esok hari.

Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya pintar berbicara tentang kemajuan, tetapi juga siap bekerja, memimpin, dan bertanggung jawab atas masa depan bangsanya. Dari sinilah cita-cita menjadi negara maju, mandiri, dan dihormati dunia perlu terus dibangun.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.