Melihat Maksud Prabowo Mensubsidi Biaya Haji

8 Okt 202633FFajri Yanuar
0a23f22c9d119223d4d9d7bf6add6e47 cropped

Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan biaya haji sebenarnya bukan sekadar soal memberikan subsidi. Ada tujuan yang lebih besar yaitu membuat ibadah haji lebih terjangkau sekaligus menjaga agar dana haji tetap sehat untuk jemaah di masa depan.

 

Pada 2026, rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji atau BPIH sekitar Rp87,4 juta per jemaah. Namun jemaah hanya membayar rata-rata sekitar Rp54,2 juta. Sisanya sekitar Rp33,2 juta berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji. Artinya, sejak awal biaya haji memang tidak sepenuhnya dibebankan kepada jemaah.

 

Prabowo kemudian mendorong agar biaya tersebut terus ditekan. Pada 2025, misalnya, rata-rata BPIH turun dari sekitar Rp93,4 juta menjadi Rp89,4 juta. Presiden juga meminta agar efisiensi terus dilakukan sehingga biaya haji tidak semakin membebani masyarakat.

 

Bahkan pemerintah menyiapkan dukungan sekitar Rp1,77 triliun untuk 220 ribu jemaah akibat kenaikan harga avtur. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha menahan agar gejolak harga global tidak langsung dibebankan kepada jemaah.

 

Di sinilah maksud kebijakan Prabowo bisa dilihat. Pertama, memberikan perlindungan kepada masyarakat. Haji membutuhkan biaya puluhan juta rupiah. Kenaikan beberapa juta saja bisa menjadi beban besar bagi calon jemaah.

 

Kedua, membuat dana haji memberikan manfaat nyata. Dana yang dikelola tidak hanya disimpan, tetapi menghasilkan nilai manfaat yang membantu mengurangi biaya yang harus dibayar jemaah.

 

Ketiga, mendorong efisiensi. Subsidi tidak boleh menjadi solusi permanen. Pemerintah harus mencari penyebab mahalnya biaya hotel, penerbangan, transportasi, katering, dan layanan lainnya agar biaya haji bisa turun secara struktural.

 

Jadi, kebijakan Prabowo seharusnya tidak dibaca sebagai “negara membayari haji masyarakat”. Lebih tepat jika dilihat sebagai upaya mencari keseimbangan antara kemampuan jemaah, manfaat dana haji, dan efisiensi penyelenggaraan. Sebab tujuan akhirnya bukan sekadar membuat haji murah. Tujuannya adalah membuat haji lebih terjangkau hari ini tanpa mengorbankan hak jemaah yang akan berangkat di masa depan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.