Menghubungkan Ajakan Prabowo untuk Rukun Sama Teman dengan Nilai-Nilai Islam

Belakangan ini, Presiden Prabowo Subianto sering menyampaikan pesan sederhana namun penting yakni rukunlah dengan teman. Sekilas terdengar biasa saja, tetapi jika kita melihat keadaan sekarang yang di mana kasus bullying, saling ejek, dan konflik kecil antar pelajar makin sering muncul nasihat ini terasa seperti pengingat yang sangat dibutuhkan.
Menariknya, ajakan untuk rukun itu bukan hal baru. Islam sejak awal sudah mengajarkan pentingnya hubungan yang baik antarsesama. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa orang beriman itu bersaudara. Artinya, kita diminta memandang teman bukan sebagai pesaing atau lawan, melainkan sebagai bagian dari keluarga yang harus dijaga hatinya.
Rasulullah SAW pun mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak boleh menyakiti saudaranya, baik lewat tindakan maupun ucapan. Bahkan, beliau menekankan bahwa membiarkan orang lain disakiti juga termasuk perbuatan yang tidak dibenarkan. Jadi ketika kita melihat bullying dan hanya diam, sebenarnya kita ikut membiarkan sesuatu yang salah terjadi.
Di sinilah pesan Prabowo menjadi relevan. Ajakan untuk rukun bukan soal formalitas atau sekadar katanya-katanya pemimpin. Ini tentang membangun kebiasaan yang menciptakan lingkungan nyaman bagi semua. Jika anak-anak terbiasa saling menghormati, pergaulan pun terasa lebih hangat dan aman.
Islam selalu mengajarkan prinsip yang sederhana: jika kamu ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Jika kamu ingin merasa tenang, maka jangan membuat orang lain gelisah. Apa yang kita berikan, itulah yang kembali kepada kita.
Karena itu, nasihat “rukun sesama teman” sebenarnya selaras dengan nilai-nilai dasar agama. Kita diajak kembali pada sikap saling memahami, saling menolong, dan memilih kata-kata yang tidak melukai. Jika ini menjadi kebiasaan, bukan hanya persahabatan yang menjadi lebih baik tetapi juga karakter generasi muda Indonesia.
Pada akhirnya, rukun bukan sekadar tidak bertengkar. Rukun adalah komitmen untuk menjaga hubungan, menghargai perbedaan, dan menciptakan suasana yang membuat siapa pun merasa aman. Dan dari sinilah masa depan yang damai itu dimulai.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
